Penularan Kusta Tak Semudah yang Ditakutkan Orang. Ini Fakta dan Datanya

Kusta merupakan penyakit tertua di dunia karena referensi dari penyakit tersebut sudah tertulis sejak 600 SM. Peradaban tertua di Cina, Mesir, dan India menganggap bahwa kusta adalah penyakit menular yang tidak dapat disembuhkan. Oleh karena itu, banyak penderita kusta saat itu diasingkan. Padahal, kusta sebenarnya tidak akan menular semudah yang dikira banyak orang berabad-abad lalu. Jadi bagaimana kusta bisa ditularkan? Simak penjelasan soal penularan kusta berikut ini, ya.
Sekilas mengenai kusta
Kusta (lepra) disebut juga dengan penyakit Hansen adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini memengaruhi saraf ekstremitas, lapisan hidung, dan saluran pernapasan bagian atas.
Hal ini menyebabkan luka pada kulit, kerusakan saraf, dan kelemahan otot. Jika tidak diobati, bisa menyebabkan kerusakan parah serta keterbatasan.
Tercatat tahun 2014, jumlah kasus baru penyakit kusta di Indonesia mencapai 19.949 jiwa. Bukan hanya itu, menurut data regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, penyakit ini paling banyak terjadi di negara-negara Asia Tenggara.
Sumber bakteri kusta
Pada beberapa kasus, manusia dianggap sebagai sumber penularan utama, meski bakteri penyebab kusta juga hidup pada hewan seperti armadillo (hewan yang mirip trenggiling), simpanse, dan tikus.
Pada manusia, bakteri kusta banyak terdapat pada mukosa hidung. Bakteri penyebab kusta ini hidup di dalam sel, biasanya yaitu pada sel-sel saraf. Nah, di hidung Anda terdapat banyak sel-sel saraf. Karena itu, bakteri ini bisa hidup dalam hidung Anda, bahkan di lendir (ingus) dalam hidung.
Sayangnya, bakteri ini punya masa inkubasi (waktu antara infeksi terjadi dan munculnya gejala pertama) yang lama. Maksudnya, bakteri mungkin masuk ke dalam tubuh Anda saat ini, tapi gejala kusta baru akan muncul sekitar 5 sampai 20 tahun berikutnya.
Bagaimana cara penularan kusta?
Meski penyakit ini telah diamati para ahli di seluruh dunia selama berabad-abad, cara penularan kusta belum dipahami secara pasti. Dilansir dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dua cara yang paling diyakini bisa menyebarkan bakteri penyebab kusta yaitu lewat kulit dan cairan lendir (ingus) dari hidung.
Nah, karena itu penularan kusta diduga kuat terjadi apabila bakteri yang utuh (hidup) keluar dari tubuh pasien dan masuk ke dalam tubuh orang lain yang sehat. Misalnya ketika pasien batuk atau bersin.
Namun, menurut sejumlah penelitian, orang yang sehat harus sering-sering berada di dekat pasien dalam waktu yang lama baru penyakit kusta mungkin ditularkan. Sedangkan pasien yang sudah minum kombinasi obat-obatan dari dokter (multidrug therapy atau MDT) biasanya tidak menjadi sumber penularan kusta kepada orang lain.

Sebenarnya, penyakit kusta tidak mudah ditularkan
Hanya sedikit orang yang akan terjangkit kusta setelah kontak atau bersentuhan dengan pasien kusta. Mengapa begitu? Begini, tubuh manusia sudah dilengkapi dengan sistem kekebalan tubuh (imun). Untuk melawan bakteri penyebab kusta, sistem imun sudah punya mekanisme khusus agar bisa menyerang bakteri yang tinggal di dalam sel, misalnya di sel saraf.
Karena itu, bukan berarti siapa pun yang bersentuhan langsung atau pernah berdekatan dengan orang yang punya penyakit kusta sudah pasti tertular. Jadi memang penularan kusta tidak semudah yang ditakutkan orang-orang.
Bahkan menurut Kementerian Kesehatan, presentase orang yang kebal terhadap kusta diketahui sebesar 95 persen. Sedangkan hanya 5 persen yang punya kemungkinan tertular kusta. Dari 5 persen orang yang berisiko tersebut, sebesar 70 persennya akan sembuh sendiri dan hanya 30 persen yang kena penyakit kusta.
Jadi misalnya di dalam masyarakat ada 100 jiwa penduduk yang terpapar bakteri penyebab kusta. Sebanyak 95 orang tidak akan kena penyakit kusta karena kebal. Sedangkan 3 orang memang akan kena, tapi bisa sembuh sendiri tanpa obat. Sementara 2 orang lainnya inilah yang mungkin kena penyakit kusta dan harus mendapat penanganan medis.
Perlu diperhatikan bahwa penyakit kusta tidak menular dari kontak biasa dari pasien, seperti berjabat, duduk berdampingan, atau memeluk. Penyakit ini juga tidak diwariskan dari seorang ibu kepada bayinya yang belum lahir selama kehamilan dan juga tidak menyebar melalui hubungan seksual.
Siapa kelompok orang yang rentan terhadap penularan kusta?
Meski penyakit kusta sebenarnya tidak mudah menyebar, memang ada kelompok tertentu yang lebih rentan terhadap penularan kusta. Diketahui bahwa orang yang mengalami malnutrisi (kekurangan gizi) dan punya sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko kena penyakit kusta.
Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa beberapa orang tertentu memang secara genetik lebih kebal terhadap bakteri penyebab kusta. Karena itu, orang yang tidak punya gen tersebut jadi lebih rentan mengalami kusta.
Tidak ada komentar:
Write komentar